
Keberadaan A Mild Live Soundrenaline 2003
sebenarnya berawal dari sebuah keinginan bahwa "Indonesia harus
mempunyai festival musik besar tahunan yang dapat dibanggakan di dunia
International dan Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri".
Kalau beberapa negara mempunyai event festival musik akbar seperti;
Woodstock di Amerika, Glastonbury di Inggris, Rock Am Ring dan Rock Im
Park di Jerman, Rock in Rio di Brasil, Fuji Rock Festival di Jepang, Big
Day Out di Australia, di Indonesia kini punya A Mild Live
Soundrenaline.
Dengan menghadirkan 25 artis kelas atas Indonesia,
yang kemudian dalam pelaksanaanya kemudian berkembang menjadi 38 artis
yang manggung, acara yang digelar selama dua hari ini (Parkir Timur
Senayan Jakarta, 2-3 November 2002) mencapai total penonton mencapai
65,000 orang selama 2 hari. Kesuksesan inilah yang kemudian mendasari
komitmen A Mild Live Production untuk menggelar acara yang sama di tahun
2003 ini. Henny Susanto, Senior Brand Manager A Mild mengemukakan bahwa
alasan penyelenggaraan A Mild Live Soundrenaline semata-mata adalah
untuk memajukan musik tanah air serta menyediakan wadah kreatifitas para
insan musik yang berkualitas.
Kali ini event akbar A Mild Live
Soundrenaline akan dilaksanakan di 5 kota besar di Indonesia, seperti
Medan (10 Agustus 2003), Bandung (24 Agustus 2003), Jogjakarta (31
Agustus 2003), Denpasar (7 September 2003), dan berakhir dalam
pementasan musik akbar selama dua hari di Surabaya (13-14 September
2003).
Di tahun 2003 akan menghadirkan total 63 artis pendukung, yang
terdiri dari 27 artis papan atas, 2 artis asing, 6 band terbaik
pemenang A Mild Live Jakarta Music Festival 2002, 28 artis pendatang
baru hasil audisi dengan majalah HAI. Dua musisi asing yang akan tampil
di A Mild Live Soundrenaline adalah MEW - grup band asal Denmark yang
saat ini berkiprah di London serta Blindspott asal New Zealand. A Mild
Live Soundrenaline 2003 juga akan menghadirkan sebuah hiburan yang
lengkap, dimana lagi kamu bisa nonton musik and menguji adrenaline kamu
dalam beragam permainan seru yang ada.

KONSER "Soundrenaline" berawal dari 2002, saat tim
A Mild Live Production dan Deteksi Production datang dengan ide
menggelar sebuah festival musik kolosal sehari penuh yang disesaki
banyak penonton dan musisi. Persis festival-festival musik yang sudah
digelar di luar negeri, macam "Woodstock" di AS, "Bid Day Out" di
Australia dan "Rock in Rio" di Brasil. Walau tampaknya muluk, ide ini
sebenarnya masuk akal. Sebagai salah satu "pemain" lama yang cukup punya
pengalaman dalam mengkonsep musik yang enak ditonton dan enak disimak,
membuat sebuah peristiwa musik besar bukanlah hal baru bagi A Mild dan
Deteksi.
Alhasil, setelah puluhan kali dirapatkan dan digagas,
maka pesta musik "Soundrenaline" pun bisa terselenggara di Parkir Timur
Senayan, Jakarta, pada 2-3 November 2002. Konser ini sangat berbeda
dengan acara musik yang sempat digelar di Indonesia. Selain menampilkan
aksi panggung spektakuler puluhan musisi kondang, "Soundrenaline" juga
hadir dengan beberapa hiburan lain yang tidak melulu musik. Misalnya ada
klinik musik, sejumlah games seru, permainan basket, hingga barisan
boot asyik. Ini menjadikan "Soundrenaline 2002" sebagai sebuah festival
musik plus yang sangat seru ditonton.
Ternyata sambutan dan
penerimaan masyarakat sangat positif dan meriah. Hingga muncul keputusan
dari tim A Mild untuk menjadikan "Soundranaline" sebagai acara tahunan
dan festival musik keliling, tidak lagi di Jakarta. Tentunya dengan
berbagai peningkatan kualitas tontonan dari tahun ke tahun. Tujuannya,
mengembangkan festival ini semaksimal mungkin hingga menjadi sebuah
acara musik yang "dipandang" oleh para musisi dan pecinta musik dunia.
"Apa artinya dunia bila kau tak senyum? Tanpa cintamu aku pasti MATI...." Seperti petikan lirik lagu Slank berjudul #1 yang terdapat di album Virus tadi, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk mewakili perasaan Slank terhadap Bunda Iffet Veceha Sidharta.
Hari ini atau tepatnya Minggu,12 Agustus 2012 merupakan tahun ke-75
bagi Bunda Iffet yang merupakan istri dari Bapak Sidharta M.Soemarno
menghirup nafas di dunia ini. Seakan tak kenal lelah, sang Ibu yang
memiliki sebutan 'Rock N' ROll Mom' ini masih terus mendampingi
Slank karena tanggung jawabnya tak akan selesai hingga nafasnya
terhenti. Dengan wajah ceria menggambarkan kebahagiaan, seorang Ibu yang
tampak awet muda tersebut terlihat selalu membagi kebahagiaannya dengan
melemparkan senyum ke setiap orang yang berada di sekitarnya. Wanita
yang selalu ada di samping Slank dan kerap memberi nasihat bijak untuk
Slank dan Slankers
itu nampak ramah kala menyapa para penggemar grup musik anak - anaknya
yang hampir setiap hari hadir menyambangi kediamannya yang terletak di Jl.Potlot III no.14, Jakarta Selatan.
For Some Info: Sebutan Rock N' Roll Mom tersebut bersumber dari
ucapan Bimbim, ketika Bunda Iffet memamerkan celana blue jeans yang
dikenakannya di sebuah kamar hotel sewaktu Slank akan melangsungkan
konser di Hongkong.
Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Bunda Iffet masih disibukkan
dengan segala kegiatan Slank. Mulai dari manajemen, hingga Slank fans
club. Bahkan, Bunda Iffet masih selalu ikut tur konser yang dijalani
Slank. Meski begitu, hebatnya Bunda Iffet masih tetap bisa membagi waktu
dengan keluarganya. Bunda Iffet juga tetap memberi perhatian lebih
terhadap cucu - cucunya. Bahkan dalam kehidupan pribadinya, Bunda Iffet
hampir tidak pernah berselisih dengan Bapak Sidharta. Karena segala
permasalahan mengenai keluarga, diselesaikan dengan berdiskusi dengan
baik guna mencari solusi terbaik. Bunda dan Bapak Sidharta juga sepakat
untuk berbagi tugas. Bapak Sidharta bertugas untuk mencari nafkah,
sementara Bunda Iffet mengasuh anak - anak yang tentunya tetap saling
berdiskusi dalam segala hal.
Sampai saat beberapa Personil Slank terjerumus di lorong hitam, Bunda
Iffet yang merasa bersalah pada akhirnya meninggalkan jabatannya
sebagai Ketua di salah satu perkumpulan pecinta tanaman yang telah
mendapat beragam penghargaan yang salah satunya didapat dari Ibu Tien
Soeharto. Dan kemudian Bunda Iffet masuk ke manajemen Slank guna
memperbaiki segala kekacauan yang terjadi di tubuh Slank. Dengan penuh
semangat, tekad yang kuat, hingga ketegaran hati, pada akhirnya Bunda
Iffet mampu mewujudkan cita - citanya untuk membantu para Personil Slank
melepaskan diri dari jeratan Narkoba.
For Some Info: Seiring dengan kesetiaan Bunda Iffet mendampingi
Slank dan keberhasilannya menuntun Slank ke jalan yang benar tersebut,
Bunda juga telah mendapatkan berbagai penghargaan yang salah satunya
dari Ibu Hj. Megawati di saat Penetapan dan Pencanangan Hari Musik
Indonesia pada 10 Maret 2003 lalu. Dimana pada saat itu Ibu Mega masih
menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Bunda juga masih terus memberikan perhatiannya terhadap Slank dan
tetap mengontrol para Slankers. Salah satu tindakan pencegahan perbuatan
tidak baik yang diterapkan Bunda adalah mewajibkan Slankers yang datang
ke Potlot 14 untuk melapor. Karena bebasnya orang untuk keluar masuk
kediamannya tersebut, beberapa waktu yang lalu kerap terjadi beberapa
perbuatan yang kurang menyenangkan dan tentunya merugikan orang banyak.
Melalui pertimbangan tersebut lah Bunda memutuskan untuk mendata para
Slankers yang datang ke Potlot 14. Selain itu, Bunda juga kerap
memberikan nasihat bijaknya di saat Slank konser. Tepatnya beberapa saat
sebelum Slank tampil.
Apa jadinya Slank andai Bunda Iffet nggak ada..? Tanpa Bunda Iffet, Slank bukan apa - apa.Mother is the name of GOD, in the lips and hearts of children.Terima Kasih Bunda Iffet..We SLANK U Rock n' roll Mom...