Tuesday, 16 October 2012

A MILD LIVE SOUNDRENALINE 2003

Keberadaan A Mild Live Soundrenaline 2003 sebenarnya berawal dari sebuah keinginan bahwa "Indonesia harus mempunyai festival musik besar tahunan yang dapat dibanggakan di dunia International dan Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri". Kalau beberapa negara mempunyai event festival musik akbar seperti; Woodstock di Amerika, Glastonbury di Inggris, Rock Am Ring dan Rock Im Park di Jerman, Rock in Rio di Brasil, Fuji Rock Festival di Jepang, Big Day Out di Australia, di Indonesia kini punya A Mild Live Soundrenaline.
Dengan menghadirkan 25 artis kelas atas Indonesia, yang kemudian dalam pelaksanaanya kemudian berkembang menjadi 38 artis yang manggung, acara yang digelar selama dua hari ini (Parkir Timur Senayan Jakarta, 2-3 November 2002) mencapai total penonton mencapai 65,000 orang selama 2 hari. Kesuksesan inilah yang kemudian mendasari komitmen A Mild Live Production untuk menggelar acara yang sama di tahun 2003 ini. Henny Susanto, Senior Brand Manager A Mild mengemukakan bahwa alasan penyelenggaraan A Mild Live Soundrenaline semata-mata adalah untuk memajukan musik tanah air serta menyediakan wadah kreatifitas para insan musik yang berkualitas.
Kali ini event akbar A Mild Live Soundrenaline akan dilaksanakan di 5 kota besar di Indonesia, seperti Medan (10 Agustus 2003), Bandung (24 Agustus 2003), Jogjakarta (31 Agustus 2003), Denpasar (7 September 2003), dan berakhir dalam pementasan musik akbar selama dua hari di Surabaya (13-14 September 2003).
Di tahun 2003 akan menghadirkan total 63 artis pendukung, yang terdiri dari 27 artis papan atas, 2 artis asing, 6 band terbaik pemenang A Mild Live Jakarta Music Festival 2002, 28 artis pendatang baru hasil audisi dengan majalah HAI. Dua musisi asing yang akan tampil di A Mild Live Soundrenaline adalah MEW - grup band asal Denmark yang saat ini berkiprah di London serta Blindspott asal New Zealand. A Mild Live Soundrenaline 2003 juga akan menghadirkan sebuah hiburan yang lengkap, dimana lagi kamu bisa nonton musik and menguji adrenaline kamu dalam beragam permainan seru yang ada.

A MILD LIVE SOUNDRENALINE 2002

KONSER "Soundrenaline" berawal dari 2002, saat tim A Mild Live Production dan Deteksi Production datang dengan ide menggelar sebuah festival musik kolosal sehari penuh yang disesaki banyak penonton dan musisi. Persis festival-festival musik yang sudah digelar di luar negeri, macam "Woodstock" di AS, "Bid Day Out" di Australia dan "Rock in Rio" di Brasil. Walau tampaknya muluk, ide ini sebenarnya masuk akal. Sebagai salah satu "pemain" lama yang cukup punya pengalaman dalam mengkonsep musik yang enak ditonton dan enak disimak, membuat sebuah peristiwa musik besar bukanlah hal baru bagi A Mild dan Deteksi.

Alhasil, setelah puluhan kali dirapatkan dan digagas, maka pesta musik "Soundrenaline" pun bisa terselenggara di Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada 2-3 November 2002. Konser ini sangat berbeda dengan acara musik yang sempat digelar di Indonesia. Selain menampilkan aksi panggung spektakuler puluhan musisi kondang, "Soundrenaline" juga hadir dengan beberapa hiburan lain yang tidak melulu musik. Misalnya ada klinik musik, sejumlah games seru, permainan basket, hingga barisan boot asyik. Ini menjadikan "Soundrenaline 2002" sebagai sebuah festival musik plus yang sangat seru ditonton.

Ternyata sambutan dan penerimaan masyarakat sangat positif dan meriah. Hingga muncul keputusan dari tim A Mild untuk menjadikan "Soundranaline" sebagai acara tahunan dan festival musik keliling, tidak lagi di Jakarta. Tentunya dengan berbagai peningkatan kualitas tontonan dari tahun ke tahun. Tujuannya, mengembangkan festival ini semaksimal mungkin hingga menjadi sebuah acara musik yang "dipandang" oleh para musisi dan pecinta musik dunia.

Road To Soundrenaline Makassar Saksi Sejarah Baru Slank














Galeri Istimewa dari Road to Soundrenaline 2012 Rhythm Revival

























Saturday, 11 August 2012

HAPPY BRITHDAY BUNDA IFFET


"Apa artinya dunia bila kau tak senyum? Tanpa cintamu aku pasti MATI...." Seperti petikan lirik lagu Slank berjudul #1 yang terdapat di album Virus tadi, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk mewakili perasaan Slank terhadap Bunda Iffet Veceha Sidharta.
Hari ini atau tepatnya Minggu,12 Agustus 2012 merupakan tahun ke-75 bagi Bunda Iffet yang merupakan istri dari Bapak Sidharta M.Soemarno menghirup nafas di dunia ini. Seakan tak kenal lelah, sang Ibu yang memiliki sebutan 'Rock N' ROll Mom' ini masih terus mendampingi Slank karena tanggung jawabnya tak akan selesai hingga nafasnya terhenti. Dengan wajah ceria menggambarkan kebahagiaan, seorang Ibu yang tampak awet muda tersebut terlihat selalu membagi kebahagiaannya dengan melemparkan senyum ke setiap orang yang berada di sekitarnya. Wanita yang selalu ada di samping Slank dan kerap memberi nasihat bijak untuk Slank dan Slankers itu nampak ramah kala menyapa para penggemar grup musik anak - anaknya yang hampir setiap hari hadir menyambangi kediamannya yang terletak di Jl.Potlot III no.14, Jakarta Selatan.
For Some Info: Sebutan Rock N' Roll Mom tersebut bersumber dari ucapan Bimbim, ketika Bunda Iffet memamerkan celana blue jeans yang dikenakannya di sebuah kamar hotel sewaktu Slank akan melangsungkan konser di Hongkong.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Bunda Iffet masih disibukkan dengan segala kegiatan Slank. Mulai dari manajemen, hingga Slank fans club. Bahkan, Bunda Iffet masih selalu ikut tur konser yang dijalani Slank. Meski begitu, hebatnya Bunda Iffet masih tetap bisa membagi waktu dengan keluarganya. Bunda Iffet juga tetap memberi perhatian lebih terhadap cucu - cucunya. Bahkan dalam kehidupan pribadinya, Bunda Iffet hampir tidak pernah berselisih dengan Bapak Sidharta. Karena segala permasalahan mengenai keluarga, diselesaikan dengan berdiskusi dengan baik guna mencari solusi terbaik. Bunda dan Bapak Sidharta juga sepakat untuk berbagi tugas. Bapak Sidharta bertugas untuk mencari nafkah, sementara Bunda Iffet mengasuh anak - anak yang tentunya tetap saling berdiskusi dalam segala hal.


Sampai saat beberapa Personil Slank terjerumus di lorong hitam, Bunda Iffet yang merasa bersalah pada akhirnya meninggalkan jabatannya sebagai Ketua di salah satu perkumpulan pecinta tanaman yang telah mendapat beragam penghargaan yang salah satunya didapat dari Ibu Tien Soeharto. Dan kemudian Bunda Iffet masuk ke manajemen Slank guna memperbaiki segala kekacauan yang terjadi di tubuh Slank. Dengan penuh semangat, tekad yang kuat, hingga ketegaran hati, pada akhirnya Bunda Iffet mampu mewujudkan cita - citanya untuk membantu para Personil Slank melepaskan diri dari jeratan Narkoba. 
For Some Info: Seiring dengan kesetiaan Bunda Iffet mendampingi Slank dan keberhasilannya menuntun Slank ke jalan yang benar tersebut, Bunda juga telah mendapatkan berbagai penghargaan yang salah satunya dari Ibu Hj. Megawati di saat Penetapan dan Pencanangan Hari Musik Indonesia pada 10 Maret 2003 lalu. Dimana pada saat itu Ibu Mega masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Bunda juga masih terus memberikan perhatiannya terhadap Slank dan tetap mengontrol para Slankers. Salah satu tindakan pencegahan perbuatan tidak baik yang diterapkan Bunda adalah mewajibkan Slankers yang datang ke Potlot 14 untuk melapor. Karena bebasnya orang untuk keluar masuk kediamannya tersebut, beberapa waktu yang lalu kerap terjadi beberapa perbuatan yang kurang menyenangkan dan tentunya merugikan orang banyak. Melalui pertimbangan tersebut lah Bunda memutuskan untuk mendata para Slankers yang datang ke Potlot 14. Selain itu, Bunda juga kerap memberikan nasihat bijaknya di saat Slank konser. Tepatnya beberapa saat sebelum Slank tampil.
Apa jadinya Slank andai Bunda Iffet nggak ada..? Tanpa Bunda Iffet, Slank bukan apa - apa.
Mother is the name of GOD, in the lips and hearts of children.
Terima Kasih Bunda Iffet..
We SLANK U Rock n' roll Mom...